Jumat, 09 November 2012

paccapanen kangkung BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kangkung merupakan salah satu sayuran yang sudah lama dikenal dan dibudidayakan secara luas oleh petani di seluruh wilayah di Indonesia, bahkan di negara lain. Hal ini terbukti dengan banyak nama untuk jenis kangkung. Sosok tanaman kangkung sangat mudah dikenali, yaitu beruap perdu yang tumbuh tegak, batangnya tebal berserat dan sukulen. Pada beberapa jenis mempunyai duri daunnya bisa panjang dan tipis, besar atau kecil, berwarna hijau, batangnya berbentuk pecut muncul di pucuk (Sutarno, 1996). Akhir-akhir ini telah di galakkan usaha perbaikan keluarga dengan meningkatkan mutu gizi komsumsi pangan salah satu anjuran untuk menaggulangi gizi masyarakat akibat kekurangan yodium, zat besi, vitamin A dan kurangnya energi protein adalah dengan mengkomsumsi jenis- jenis sayuran dalam jumlah yang cukup. Kangkung merupakan salah satu jenis sayuran hijau yang banyak manfaatnya bagi kesehatan dan pertumbuhan badan , karena daunnya mengandung zat- zat gizi yang cukup tinggi seperti, protein,mineral besi,kalsium dan vitamin (Bandini, 2000). B. Tujuan Tujuan dalam praktikum ini adalah untuk mengetahui penanganan pascapnen tanaman kangkung di Kelurahan Bontolebang, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar. BAB II METODE PRAKTEK LAPANG A. Waktu dan Tempat Praktikum lapang ini di laksanakan pada hari kamis, tanggal 19 januari 2012 di Kelurahan Bonto Lebang, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar. B. Metode Praktikum Data yang di kumpulkan adalah data primer yaitu, data yang dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan para petani responden tanaman kangkung dan dilanjutkan dengan studi pustaka yang membadingkan hasil pengamatan/wawancara dengan referensi di buku atau informasi lainnya. BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengamatan Menurut petani responden, hasil yang didapatkan petani kangkung cukup memuaskan dimana kangkung lebih laku dari kangkung karena kandungannya lebih tinngi di bandingkan dengan kangkung, selain itu produktivitas kangkung cukup melimpah dalam satu kali panen yaitu 200 ikat per bedengan dimana harga per ikat yaitu Rp 1500 dan petani yang kami wawancarai memiliki tanaman sebanyak 3 bedengan dan biaya pemeliharaannya hanya ditaksir Rp 350.000 dan sudah termasuk biaya tetap dan biaya variabel sistem pemasaran yang dilakukan petani adalah pemasaran langsung dan tidak langsung dimana pedagang pengumpul datang untuk membeli dari petani. Penanganan pascapanen yang dilakukan oleh petani yang ada di Kelurahan tersebut meliputi pembersihan, pengikatan, pengemasan, pengangkutan dan pengolahan. B. Pembahasan Kangkung dapat di panen dalam waktu yang relatif singkat. hasil panen pada umumnya di jual segar sehingga penanganan pasca panen patut mendapat perhatian dengan teratur. 1. Panen Hampir semua konsumen kangkung tentunya menghendaki untuk mendapatkan daun-daun kangkung yang segar dan baik, untuk itu setiap tahap produksi sayur kangkung ini harus dilakukan pemantauan dengan benar dan pada waktu yang tepat untuk melakukan pemanenan, kerusakan daun dapat terjadi karena pemanenan yang salah dan kurang berhati-hati pada saat proses pemanenan di lakukan. hal ini dapat mempengaruhi kemudahan dalam pemasaran ataupun penentuan harga jualnya. Sesuai dengan sebutannya, pemaneman kangkung cabut dilakukan dengan cara mencabut seluruh bagian tanaman termasuk akarnya. pencabutan kangkung dilakukan dengan menarik batang bayam pada bagian bawa. Pencabutan harus di lakukan dengan hati- hati dan di perlukan tehnik atau kemampuan dalam pencabutan bayam agar tanaman tidak rusak, patah atau merusak tanaman lain yang ada di sampingnya, terutama yang masih kecil atau masih muda. Tidak semua tanaman kangkung dapat di panen secara serempak, penanaman dari benih memungkinkan pertumbuhan tanaman tidak seragam oleh karena itu pencabutan hanya dilakukan pada tanaman yang mempunyai tinggi 20 – 25cm , sisa tanaman lain dapat di panen pada hari – hari berikutnya setelah cukup tingginya intinya kita lihat cirri-cirinya apa sudah siap di panen atau tidak. Waktu untuk melakuakan pemanenan sebaiknya pada pagi atau sore hari saat tempratur udara tidak terlalu tinggi, apbila pemanenan dilakukan padasaat panas, daun kangkung akan cepat layu dan tentunya akan menurunkan kualitasnya akibat terkena sinar matahari yang lumayan panas (Sutarno, 1996). 2. Penanganan Pasca Panen Menurut Bandini (2000) sampai saat ini kangkung yang di beli oleh konsumen dalam keadaan segar sehingga penanganan pasca panen yang dilakukan petani atau pedagang pun masih sederhana , yang perlu dilakukan dalam penanganan pasca panen kangkung adalah melindungi dari kerusakan fisik atau kebusukan sehingga sampai di tangan konsumen. Hal ini merupakan bagian dari sortasi dan grading. Akan tetapi petani responden tidak melakukan hal itu. Semua tanaman kangkung yang sudah dipanen langsung dikumpulakan kemudian dibersihkan  Pembersihan Kangkung masih dalam keadaan baik dan segar sehingga konsumen pun merasa puas dengan mengonsumsi kangkung yang segar, daun- daun kangkung yang habis di panen dibersihkan dengan cara di cuci di bawah pancuran atau air yang mengalir untuk menghilangkan tanah dan hama yang masih menempel. Hal ini di lakukan karena sangat penting dalam kualitas kangkung juga untuk kesehatan karena adanya pencucian kangkung sebelum di pasarkan (AAK, 1993). Hal yang hampir sama juga dilakukan oleh petani kangkung responden yang ada di Kelurahan Bontolebang, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar. Pembersihan kangkung dilakukan dengan cara merendam tanaman kangkung di dalam air beberapa saat kemudian mencucinya dengan air bersih. (Gambar 1) Pembersihan tanaman kangkung  Pengikatan BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Kangkung merupakan salah satu jenis sayuran hijau yang banyak manfaatnya bagi kesehatan dan pertumbuhan badan dan untuk kekebalan tubuh serta bermamfaat untuk otak, karena daunnya banyak mengandung zat- zat gizi yang cukup tinggi seperti protein, mineral besi, kalsium dan vitamin. Tanaman kangkung mudah cara pembudidayaannya dan tidak menghendaki persyaratan tumbuh yang sulit. Tanaman kangkung dapat ditanam di dataran rendah atau datarn tinggi, pada semua jenis lahan (baik pekarangan, tegalan atau sawah ), dan tumbuh sepanjang tahun ( tidak mengenal musim).akan kangkung kadang juga di serang oleh hama maka dari itu perlu adanya penanganan. B. Saran Sebaiknya dalam penanganan pascapanen kangkung di kelurahan Bontolebang Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar perlu di tambah sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang lebih banyak. DAFTAR PUSTAKA Bandini, Yusni dkk. 2000. Bertanam kangkung. Jakarta: PT. Penebar Swadaya. Sutarno, Hadi, 1996. Agribisnis tanaman hortikultura. Jakarta: PT. penebar Swadaya

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kangkung merupakan salah satu sayuran yang sudah lama dikenal dan dibudidayakan secara luas oleh petani di seluruh wilayah di Indonesia, bahkan di negara lain. Hal ini terbukti dengan banyak nama untuk jenis kangkung. Sosok tanaman  kangkung sangat mudah dikenali, yaitu beruap perdu yang tumbuh tegak, batangnya tebal berserat dan sukulen. Pada beberapa jenis mempunyai duri daunnya bisa panjang dan tipis, besar atau kecil, berwarna hijau, batangnya berbentuk pecut muncul di pucuk (Sutarno, 1996).
Akhir-akhir  ini telah di galakkan usaha perbaikan keluarga dengan meningkatkan mutu gizi komsumsi pangan salah satu anjuran untuk menaggulangi gizi masyarakat akibat kekurangan yodium, zat besi, vitamin A dan kurangnya energi protein adalah dengan mengkomsumsi jenis- jenis sayuran dalam jumlah yang cukup.
Kangkung merupakan salah satu jenis sayuran hijau yang banyak manfaatnya bagi kesehatan dan pertumbuhan badan , karena daunnya mengandung zat- zat gizi yang cukup tinggi seperti, protein,mineral besi,kalsium dan vitamin (Bandini, 2000).

B.     Tujuan
Tujuan dalam praktikum ini adalah untuk mengetahui  penanganan pascapnen tanaman kangkung di  Kelurahan Bontolebang, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar.






BAB II
METODE PRAKTEK LAPANG

A.    Waktu dan Tempat
Praktikum  lapang ini di laksanakan pada hari kamis, tanggal 19 januari 2012 di Kelurahan Bonto Lebang, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar.

B.     Metode Praktikum
Data yang di kumpulkan adalah data primer yaitu, data yang dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan para petani responden tanaman kangkung dan dilanjutkan dengan studi pustaka yang membadingkan hasil pengamatan/wawancara dengan referensi di buku atau informasi lainnya.

















BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.    Hasil  Pengamatan

Menurut petani responden, hasil yang didapatkan  petani kangkung cukup memuaskan dimana kangkung lebih laku dari kangkung karena kandungannya lebih tinngi di bandingkan dengan kangkung, selain itu produktivitas kangkung cukup melimpah dalam satu kali panen yaitu 200 ikat per bedengan dimana harga per ikat yaitu Rp 1500 dan petani yang kami wawancarai memiliki tanaman sebanyak 3 bedengan dan biaya pemeliharaannya hanya ditaksir  Rp 350.000 dan sudah  termasuk biaya tetap dan biaya variabel sistem pemasaran yang dilakukan petani adalah pemasaran langsung dan tidak langsung dimana pedagang pengumpul datang untuk membeli dari petani. Penanganan pascapanen yang dilakukan oleh petani yang ada di Kelurahan tersebut meliputi pembersihan, pengikatan, pengemasan, pengangkutan dan pengolahan.

B.     Pembahasan
Kangkung dapat di panen dalam waktu yang relatif singkat. hasil panen pada umumnya di jual segar sehingga penanganan pasca panen patut mendapat perhatian dengan teratur.

1.      Panen
Hampir semua konsumen kangkung tentunya menghendaki untuk mendapatkan daun-daun kangkung yang segar dan baik, untuk itu setiap tahap produksi sayur kangkung  ini harus dilakukan pemantauan dengan benar dan pada waktu yang tepat untuk melakukan pemanenan, kerusakan daun dapat terjadi karena pemanenan yang salah dan  kurang berhati-hati pada saat proses pemanenan di lakukan. hal ini dapat mempengaruhi kemudahan dalam pemasaran ataupun penentuan harga jualnya.
Sesuai dengan sebutannya, pemaneman kangkung cabut dilakukan dengan cara mencabut seluruh bagian tanaman termasuk akarnya. pencabutan kangkung dilakukan dengan menarik batang bayam pada bagian bawa. Pencabutan harus di lakukan dengan hati- hati dan di perlukan tehnik atau kemampuan dalam pencabutan bayam agar tanaman tidak rusak, patah atau merusak tanaman lain yang ada di sampingnya, terutama yang masih kecil atau masih muda.
Tidak semua tanaman kangkung dapat di panen secara serempak, penanaman dari benih memungkinkan pertumbuhan tanaman tidak seragam oleh karena itu pencabutan hanya dilakukan pada tanaman yang mempunyai tinggi 20 – 25cm , sisa tanaman lain dapat di panen pada hari – hari berikutnya  setelah cukup tingginya intinya kita lihat cirri-cirinya apa sudah siap di panen atau tidak.
Waktu untuk melakuakan pemanenan sebaiknya pada pagi atau sore hari saat tempratur udara tidak terlalu tinggi, apbila pemanenan dilakukan padasaat panas, daun kangkung akan cepat layu dan tentunya akan menurunkan kualitasnya akibat terkena sinar matahari yang lumayan panas (Sutarno, 1996).

2.      Penanganan Pasca Panen

Menurut Bandini (2000) sampai saat ini kangkung yang di beli oleh konsumen dalam keadaan segar sehingga penanganan pasca panen yang dilakukan petani atau pedagang pun masih sederhana , yang perlu dilakukan dalam penanganan pasca panen kangkung adalah melindungi dari kerusakan fisik atau kebusukan sehingga sampai di tangan konsumen. Hal ini merupakan bagian dari sortasi dan grading.
Akan tetapi petani responden tidak melakukan hal itu. Semua tanaman kangkung yang sudah dipanen langsung dikumpulakan kemudian dibersihkan

Ø  Pembersihan
Kangkung masih dalam keadaan baik dan segar sehingga konsumen pun merasa puas dengan mengonsumsi kangkung yang segar, daun- daun kangkung yang habis di panen dibersihkan dengan cara di cuci di bawah pancuran atau air yang mengalir untuk menghilangkan tanah dan hama yang masih menempel. Hal ini di lakukan karena sangat penting dalam kualitas kangkung juga untuk kesehatan karena adanya pencucian kangkung sebelum di pasarkan (AAK, 1993).
Hal yang hampir sama juga dilakukan oleh petani kangkung responden yang ada di Kelurahan Bontolebang, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar. Pembersihan kangkung dilakukan dengan cara merendam tanaman kangkung di dalam air beberapa saat kemudian mencucinya dengan air bersih.

             
(Gambar 1) Pembersihan tanaman kangkung


Ø  Pengikatan

                                                         

















                                                          BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Kangkung merupakan salah satu jenis sayuran hijau yang banyak manfaatnya bagi kesehatan dan pertumbuhan badan dan untuk kekebalan tubuh serta bermamfaat untuk otak, karena daunnya banyak mengandung zat- zat gizi yang cukup tinggi seperti protein, mineral besi, kalsium dan vitamin. Tanaman kangkung mudah cara pembudidayaannya dan tidak menghendaki persyaratan tumbuh yang sulit. Tanaman kangkung dapat ditanam di dataran rendah atau datarn tinggi, pada semua jenis lahan (baik pekarangan, tegalan atau sawah ), dan tumbuh sepanjang tahun ( tidak mengenal musim).akan kangkung kadang juga di serang oleh hama maka dari itu perlu adanya penanganan.

B.     Saran
Sebaiknya dalam penanganan pascapanen kangkung di kelurahan Bontolebang Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar perlu di tambah sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang lebih banyak.










DAFTAR PUSTAKA

Bandini, Yusni dkk. 2000. Bertanam kangkung. Jakarta: PT. Penebar Swadaya.

Sutarno, Hadi, 1996. Agribisnis tanaman hortikultura. Jakarta:  PT. penebar Swadaya

























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar